Topik Terkini

SPPG Ketapang 07 di suspend sementara, dugaan keracunan MBG masih tunggu hasil Lab

Pojokpesisir.com | LAMPUNG SELATAN -Sebanyak 11 siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, dilarikan ke puskesmas dan klinik setempat pada Rabu siang setelah mengalami mual, muntah, dan sakit perut.

Keluhan tersebut muncul setelah para siswa menyantap hidangan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan oleh SPPG Desa Pematang Pasir.

Berdasarkan pendataan awal, menu yang dikonsumsi terdiri dari nasi, sayuran, dan lauk udang. Sebagian besar siswa yang telah mendapat penanganan medis diperbolehkan pulang untuk menjalani pemulihan di rumah dengan pemantauan puskesmas. Sementara satu siswa masih menjalani perawatan di Puskesmas Ketapang.

Untuk memastikan penyebab keluhan kesehatan tersebut, petugas Puskesmas Ketapang melakukan pemeriksaan ke dapur SPPG Desa Pematang Pasir. Petugas juga mengambil sampel makanan dan air untuk menjalani pemeriksaan laboratorium.

Hasil pemeriksaan laboratorium diperkirakan baru dapat diketahui dalam waktu sekitar tiga hari. Karena itu, penyebab pasti keluhan yang dialami para siswa belum dapat dipastikan.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama meninjau lokasi dapur SPPG sekaligus melihat kondisi para siswa.

Dalam inspeksi tersebut, ditemukan sejumlah fasilitas yang dinilai masih perlu diperbaiki, di antaranya kapasitas daya listrik yang belum mencukupi, spesifikasi genset yang dinilai belum memenuhi kelengkapan persyaratan, serta penataan area operasional dapur.

Atas temuan tersebut, Bupati menginstruksikan agar operasional SPPG ditangguhkan sementara hingga seluruh perbaikan fasilitas diselesaikan. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari evaluasi untuk memastikan keamanan dan kelayakan penyediaan makanan bagi penerima manfaat MBG.

Kepala SPPG Ketapang 007, Muhammad Syafrizal,yg berlatar belakang sarjana pertanian membenarkan bahwa operasional dapur saat ini berstatus ditangguhkan sementara.

Syafrizal menyampaikan bahwa sampel makanan, termasuk olahan udang, telah diambil untuk pemeriksaan laboratorium. Pihak SPPG juga telah menangani siswa yang terdampak dengan membawa mereka ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan.

Selain fasilitas listrik, pihak SPPG juga akan mengevaluasi instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang dilaporkan mengalami kebocoran dan menimbulkan bau.

Pengelola SPPG telah berkoordinasi dengan mitra dan yayasan Danapati Lampung Utara terkait rencana perbaikan, termasuk penambahan kapasitas daya listrik.

Sementara terkait bahan baku, Syafrizal menyebut pasokan selama ini berasal dari Bandar Lampung. Penggunaan bahan baku lokal masih dalam tahap evaluasi bersama mitra dan yayasan.

Saat listrik mengalami penurunan daya, pihak SPPG melakukan antisipasi dengan mematikan sementara ruangan atau peralatan yang dinilai tidak membutuhkan listrik secara langsung.

Terkait penyimpanan bahan makanan, Syafrizal menjelaskan bahan baku biasanya datang setiap dua hari sekali dan sebagian besar langsung diproses pada hari kedatangan.

“Barang datang sekitar pukul 08.00 atau 09.00. Ketika barang datang, kita masukkan ke freezer sebentar, kemudian sekitar pukul 13.00 atau 14.00 baru diolah,” jelasnya

Adapun proses sertifikasi halal bagi supplier masih berlangsung.

Apa yg terjadi di SPPG Ketapang 07 tersebut, menjadi sorotan tajam publik. Mengapa ada dapur MBG yg tidak memenuhi standarisasi dapat lolos dan beroperasi. Sehingga, memunculkan asumsi liar di masyarakat terkait dugaan masih banyaknya dapur SPPG yg tidak sesuai standarisasi Badan Gizi Nasional.

Hingga kini, penyebab pasti keluhan kesehatan yang dialami para siswa masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan dan air yang telah diambil. (ROY)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button