Daerah

Tanggamus, Sella Bocah 9 Tahun Membutuhkan Uluran Tangan Dermawan

Tanggamus – Sella Bocah 9 Tahun Buah Hati Pasangan Gunawan Dan herawati warga Pekon way panas kecamatan Wonosobo kabupaten Tanggamus alami penyakit bibir sumbing, serta mengidap Penyakit paru-paru

 

penyakit yang diderita sella, membuat kondisi tubuh sella menurun, seperti halnya berat badan hanya sekitar beberapa kilogram, keseharian sella tergolek lemah tak berdaya di kasur

 

 

Ditengah kondisi yang memprihatinkan tersebut Saat ini kedua orang tua sella Gunawan (38) dan Herawati (37) menumpang rumah milik sang kakak , bahkan ketika mengais rezeki sehari-hari tuk memenuhi kebutuhan nya pasangan suami istri tersebut menitipkan sella kerumah sanak family nya

 

Herawati sambil menahan airmata kepedihan iya menceritakan tentang penyakit yang di idap sang buah hati

 

putrinya lahir saat mereka merantau di Provinsi Riau, sembilan tahun lalu dengan kelahiran normal dan mulanya sudah terlihat kelainan pada bibir sumbingnya.

 

“Kalo lahirnya normal, walaupun agak susah dan langsung dirawat selama seminggu dengan vonis paru-paru,” ungkap Herawati,

 

Melihat kondisi saat ini Herawati mengaku hanya pasrah dengan kondisi anaknya maupun ekonominya. Namun demikian ia mengharapkan kepada dermawan jika ada bantuan terhadap keluarganya.

 

“Ya bagaimana, saya sudah pasrah. Harapannya ada yang menolong soalnya mau kontrol juga sakit paru-paru. Setidaknya batuknya bisa segera hilang,” tutupnya.

 

Ia menambahkan, bahwa ia aslinya dilahirkan di Pekon Way Panas, namun setelah menikah dengan Gunawan mereka merantau ke berbagai tempat. Yang kemudian setahun terakhir kembali ke Pekon Way Panas dengan KTP yang masih dalam proses perbaikan.

 

“Disini sejak bulan puasa lalu, untuk KTP sudah ada cuma kemarin ada perbaikan NIK tapi belum keluar,” imbuhnya.

 

Diakhir keterangannya, Herawati mengaku hanya pasrah dengan kondisi anaknya maupun ekonominya.

 

Sementara itu, menurut keterangan Kakon Way Panas, Hadi Barto bahwa sejak kedatangan Gunawan dan Herawati yang memiliki anak dengan penyakit tersebut telah memonitoring, juga berupaya memberikan bantuan-bantuan yang meringankan.

“Mereka merupakan warga baru. Sebab dulunya sering merantau, baru kembali ke Way Panas. Kalo kelahiran ibunya di sini, setelah bersuamikan Gunawan warga Ulu Belu,” kata Hadi Barto.

 

Kakon Hadi Barto menambahkan, bahwa untuk identitas kependudukan telah disyaratkan agar pindah, dan baru-baru ini kependudukannya masih dalam proses sebab adanya perbaikan data.

 

“Harapan kedepannya, semaksimal mungkin, berupa untuk membantu perobatan anak beliau, bagaimanpun caranya agar dapat sehat,” tegasnya.

 

(Maulana As)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button