DaerahHukrim

Mendapat Restorative Justice, Pemuda Lampung Timur Menangis Haru

POJOKPESISIR.COM, METRO – Seorang pemuda Kecamatan Batanghari, Lampung Timur, menangis terharu karena mendapatkan restorative justice (keadilan restoratif) dari Kejaksaan Negeri Metro, Jumat 3 Juni 2022. Ia langsung bebas tuntutan atas kasus perkelahian.

Penerima restorative justice berinisial LC menandatangani pembebasan tuntutan tindak pidana perkelahian di Kantor Kejari Metro. Pemuda 21 tahun ini menjalani proses hukum dan dijerat Pasal 351 KUHP karena berkelahi dengan DM.

Pengacara LC, Darmanto, mengatakan kliennya sempat menjalani penahanan 45 hari di Rutan Polres dan satu pekan di Lapas Metro. Pembebasan LC dari semua tuntutan patut disyukuri. LC sendiri tak kuasa menahan air mata ketika mendapatkan kebebasan karena tuntutan perkaranya dihentikan.

“klien saya menjalani tahanan sekitar 2 bulanan, satu setengah bulan di rutan Polres, sedangkan satu minggu di Lapas Metro”, ujar pengacara tersebut.

Penghentian tuntutan berdasarkan Peraturan Jaksa Agung Nomor 15 tahun 2020. Syaratnya tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana, jumlah kerugian di bawah Rp2,5 juta, tuntutan di bawah lima tahun penjara serta ada perdamaian antara tersangka dengan korban dan direspons positif keluarga.

 

Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Metro Wikan Adhi Cahya mengatakan pemberian restorative justice kepada LC dengan beberapa pertimbangan dan sesuai persyaratan. Kedua pihak saling memaafkan dan memenuhi Peraturan Jaksa Agung Nomor 15 tahun 2020.

 

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Metro, Virginia Hariztavianne melalui Kasi Intel, Debi Resta Yudha menyampaikan, Kejari Kota Metro melalui Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebelumnya telah mengusulkan Restorative Justice kepada tersangka.

“Alhamdulillah, pengajuan Restorative Jastice itu mendapat persetujuan dari Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum via zoom, pada Kamis (24/3/2022) dan langsung dikeluarkan surat penghentian penuntutan,”ujarnya.

Kasi Intel juga mengatakan, kasus ini bermula dari DM (21) warga kota Metro mengirimkan pesan via WhatsApp ke tersangka pada hari Jumat tanggal 14 Januari 2022 sekira pukul 19.00 WIB.

“Saat itu, tersangka dihubungi oleh DM (21) selaku korban, melalui pesan WhatsApp yang mengatakan kepada tersangka agar tidak menghubungi pacarnya lagi,”katanya.

Kemudian, sekira pukul 21.00 WIB tersangka dan saksi DM membuat kesepakatan untuk bertemu di Lapangan Xaverius, Kelurahan Yosorejo, Kec. Metro Timur, Kota Metro.

Setelah keduanya sampai ditempat yang disepakati, tersangka LC tersulut emosi kemudian memukul korban DM selaku pelapor.

“Karena peristiwa itu, pelaku disangkakan dengan Pasal 351 Ayat 1 KHUP dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan,”tambahnya.

Berdasar pemeriksaan, LC mengaku menyesali perbuatan tersebut dan meminta maaf kepada korban.

“Akhirnya, kedua belah pihak sepakat berdamai melalui persetujuan perdamaian dari Kajari Kota Metro pada hari Senin 25 Mei 2022,”tutupnya. (Roma)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button