Topik Terkini

3 Bulan Edarkan Tramadol, Warga Iringmulyo Ditangkap Polisi

Metro – Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Polda Lampung menangkap seorang terduga pengedar obat-obatan terlarang jenis Tramadol HCI. Tersangka tersebut mendapatkan obat-obatan itu dari aplikasi belanja online Shopee.

Kapolres Metro AKBP Heri Sulistyo Nugroho melalui Kasat Narkoba IPTU AE Siregar mengungkapkan, seorang terduga pengendar itu ditangkap saat akan bertransaksi di balai Kelurahan Mulyojati, Kecamatan Metro Barat.

Terduga pengedar obat-obatan terlarang tersebut ialah Robby Arfa Rizky (26) warga Jl. Manunggal RT 003 RW 002, Kelurahan Iringmulyo, Kecamatan Metro Timur.

“Tersangka kami amankan pada hari Senin tanggal 30 Januari 223 sekitar pukul 17.00 WIB di balai Kelurahan Mulyojati, Jalan Sukarno-Hatta,” kata dia kepada pojokpesisir.com, Selasa (31/1/2023).

Tersangka dibekuk Polisi lantaran diduga sebagai pengedar obat-obatan terlarang dan tanpa izin edar jenis Tramadol HCI 50mg. Ia diamankan berikut barang bukti 370 butir pil Tramadol.

“Dari tangan tersangka kami temukan 37 lempeng obat-obatan merk Tramadol HCI yang masing-masing lempeng berisi 10 butir. Totalnya ada 370 butir pil,” bebernya.

Kepada Polisi, tersangka mengaku mendapatkan obat-obatan tersebut dari aplikasi belanja online Shopee. Pria pengangguran tersebut mengedarkan obat-obatan itu ke kalangan teman sejawatnya.

“Dia beli lewat aplikasi Shopee, jualnya ke teman-teman. Dia beli seharga Rp 130 Ribu per 5 lempeng dengan isi total 50 butir pil Tramadol,” ujarnya.

Saat ditangkap, Polisi menemukan obat-obatan tersebut di kantong celananya. Setelah dilakukan pengembangan, Polisi kembali menemukan obat-obatan tersebut disebuah rumah yang di tinggalinya di Kecamatan Metro Utara.

“Kami temukan saat disimpan did dalam saku celana sebelah kanan dan ada juga yang ditemukan di rumah tinggalnya di Banjarsari Metro Utara,” terangnya.

Tersangka tersebut juga mengaku telah menjadi pengedar Tramadol sejak Tiga bulan terakhir.

“tersangka menggeluti bisnis jual beli Tramadol baru 3 bulan terakhir. Dimulai sejak bulan November tahun 2022 kemarin,” tandasnya.

Pria pengendar obat terlarang itu terancam Undang -undang nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara atau denda Rp 1,5 Miliar.

Diketahui, Tramadol merupakan obat yang masuk kedalam golongan obat daftar G atau Gevaarlijk alias Berbahaya. Untuk memperolehnya harus dengan resep dokter ditandai dengan lingkaran merah bergaris tepi hitam dengan tulisan huruf K di dalamnya.

Obat jenis ini mulai dari pembuatannya sampai pemakaiannya diawasi dengan ketat oleh pemerintah dan hanya boleh diserahkan oleh apotek atas resep dokter. Tiap bulan apotek wajib melaporkan pembelian dan pemakaiannya pada pemerintah.

Di Kota Metro, obat jenis ini kerap disalahgunakan oleh oknum tidak bertanggungjawab untuk dikonsumsi secara berlebihan sehingga membuat si pengkonsumsi mengalami mabuk. (Martin)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button